Aku bangga terlahir sebagai perempuan Indonesia. Punya budaya yang kaya akan makna tapi tetap sederhana dan bersahaja. Senantiasa memancarkan rona kecantikan yang alami, unik, dan khas. Dan yang pasti perempuan Indonesia nggak pernah mati gaya. Selalu punya potensi untuk maju dan berkembang. Apapun profesi perempuan Indonesia, dari yang kerja kantoran, polwan, satpan wanita, sopir, tukang parkir, montir, guru, sampai ibu rumah tangga sejati, semuanya berhak untuk maju dengan tetap menjadi diri sendiri.
Tapi bukan hal yang mudah untuk mewujudkan itu. Aku sadar bahwa akan banyak rintangan yang harus dihadapi meski aku juga tahu bahwa tidak ada hal yang mustahil untuk dilakukan. Perempuan Indonesia harus bisa berdaya untuk negeri ini dan mandiri untuk dirinya sendiri.
Sebagai perempuan yang lahir dan bermetamorfosa di negeri tercinta ini, aku punya harapan yang besar. Terutama ingin menampilkan perempuan-perempuan Indonesia di kancah kehidupan bangsa. Mulai dari panggung politik, ekonomi, sosial budaya, hukum, hankam, pertanian, hingga kesenian. Apapun bidangnya, aku yakin perempuan Indonesia bisa memberi yang terbaik untuk bangsanya.
HAPUSKAN STEREOTIPHal pertama yang harus dilakukan adalah menghapuskan stereotip terhadap perempuan. Perempuan Indonesia berhak untuk maju dan menajdi dirinya sendiri. Jangan ada lagi kebijakan-kebijakan yang justru menyebabkan perempuan menjadi termarginalkan. Bangsa Indonesia harus bisa membuka diri untuk menerima perempuan dalam partisipasinya di setiap bidang kehidupan. Meyakini bahwa perempuan juga punya kemampuan untuk sejajar dengan kaum pria dalam memberi kontribusi nyata pada negeri ini. Bahkan sudah saatnya perempuan harus dilibatkan dalam setiap hal, karena disadari atau tidak, perempuan mempunyai kelebihan good feeling dibanding kaum pria, sehingga dalam mengambil keputusan, keberadaan perempuan sangatlah diperlukan. Seperti halnya keberadaan seorang istri bagi perjalanan karir suami. Hal ini harus menjadi perhatian serius bagi pemerintah kita.
MENGGALAKKAN PEMBERDAYAAN PEREMPUANSeringkali kita sebagai perempuan sendiri tidak menyadari bahwa kita tengah terkungkung oleh budaya patriakhi. Karena wujudnya yang semu sehingga perempuan kerap terkecoh. Meski ada juga yang sudah menyadarinya tapi ternyata tak mampu berbuat apa-apa dan memilih untuk diam tak bertindak upaya.
Seperti kita lihat dalam kehidupan sehari-hari. Kasus-kasus kekerasan dalam rumah tangga ( KDRT ) semakin hari semakin menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Bahkan bukan hanya menimpa perempuan dari kalangan menengah ke bawah tapi juga dialami perempuan yang memiliki kelas kehidupan tinggi. Hal ini membuktikan bahwa tingkat pendidikan yang tinggi belum sepenuhnya menjamin perempuan Indonesia terbebas dari belenggu segala bentuk penindasan.
Sudah saatnya perempuan Indonesia bangkit dan membela kaumnya sendiri. Sebab, kalau bukan perempuan itu sendiri, siapa lagi yang akan membela kaum perempuan ?
Tidak usah muluk-muluk. Kita mulai saja dari diri kita sendiri. Membuka hati dan pikiran tentang hak kita sebagai perempuan. Tentu saja hal ini juga harus dilakukan oleh penggiat perempuan melalui sosialisasi-sosialisasi dan kampanye yang membela perempuan. Pendekatan sosiologis dan psikologis harus terus dilakukan tanpa kenal lelah. Memberi advice kepada perempuan Indonesia tentang pentingnya kemandirian dan kepercayaan pada diri sendiri. Setiap perempuan punya potensi untuk maju. Itu yang menjadi kunci pembangkit semangat yang selama ini tenggelam oleh ketidakberdayaan.
Perlu disosialisasikan juga bahwa menciptakan perempuan berdaya berbeda dengan menyalahi kodrat. Perempuan berdaya bukan berarti meninggalkan kewajibannya sebagai seorang perempuan secara kodrati. Perlu ditegaskan kembali bahwa hak dan kewajiban adalah sesuatu hal yang berbeda. Yang dimaksudkan perempuan berdaya disini adalah perempuan yang bisa menghargai hak-haknya tanpa meninggalkan kewajibannya. Ini penting untuk dimengerti agar tidak ada kesalahpahaman di kemudian hari.
MENCETAK PARTISIPASI AKTIF PEREMPUANApabila konsep pemberdayaan perempuan telah berhasil diciptakan, maka langkah selanjutnya adalah membina perempuan untuk terlibat aktif dalam berbagai bidang kehidupan bangsa dan negara. Perempuan harus diberikan lampu hijau untuk mengasah diri sehingga menjadi individu yang memiliki karakter kuat di bidangnya masing-masing.
Hal yang paling primer disini adalah keterlibatan perempuan Indonesia dalam kancah politik negeri. Tidak dapat kita pungkiri bahwa bidang politik masih menjadi pondasi utama bagi terciptanya tujuan sebuah bangsa. Maka tak pelak, bidang politik harus menjadi prioritas dalam mencetak partisipasi aktif perempuan.
Selama ini memang sudah ada kuota bagi perempuan untuk bisa duduk di kursi dewan. 30 persen kuota itu seyogyanya dimanfaatkan sebaik-baiknya bagi kaum perempuan. Namun pada kenyataannya banyak perempuan yang enggan atau tidak memenuhi kuota yang telah diberikan pemerintah tersebut.
Kondisi inilah yang harus dicermati. Mengapa perempuan tidak begitu antusias untuk memenuhi haknya tersebut ? Untuk itulah penting adanya untuk melakukan gerakan yang bertujuan guna mencetak partisipasi aktif perempuan. Apalagi banyak perempuan Indonesia yang mempunyai dasar pendidikan yang memadai jika dicalonkan untuk duduk di kursi dewan.
Dengan terpilihnya perempuan di parlemen pemerintah, maka akan berdampak besar bagi kesejahteraan bersama dan kemajuan kaum perempuan itu sendiri.
PEREMPUAN dan PERAN GANDAPerempuan telah terbukti memiliki kemampuan dasar dalam mengelola dua manajemen sekaligus. Sebagai wanita karir, perempuan sanggup menjalankan kewajibannya dan bersikap loyal kepada perusahaan yang menaunginya. Semuanya dijalankan dengan profesional. Disisi lain perempuan berperan sebagai ibu rumah tangga yang harus dijalaninya dalam waktu 24 jam tanpa pamrih. Hal ini membuktikan bahwa perempuan adalah sosok yang mampu bekerja keras dengan keikhlasan dan ketekunan. Ini penting bagi sebuah Negara. Sosok anak bangsa yang loyal, tekun, dan jujur sangat langka ditemui saat ini. Aku rasa, perempuan punya kriteria seperti itu. Jadi, hendaknya tidak ada alasan lagi bagi Negara ini untuk menganaktirikan perempuan.
PEREMPUAN dan PERDAMAIANPersatuan bangsa sangat mutlak dibutuhkan. Apalagi masa-masa sekarang persatuan itu perlahan mulai luntur seiring dengan salah kaprahnya masyarakat dalam memaknai sebuah demokrasi. Demokrasi adalah kebebasan yang bertanggungjawab. Seharusnya tidak menimbulkan perpecahan seperti pada kenyataannya sekarang.
Aku yakin keberadaan perempuan bisa menjadi pendingin dan penengah konflik yang timbul di setiap daerah. Pada hakikatnya perempuan dikaruniai jiwa dan hati yang lembut dan tenang. Sifat inilah yang nantinya akan membawa pesan damai bagi seluruh masyarakat di penjuru negeri ini.
Masih ingat bukan akan pepatah : Bersatu Kita Teguh Bercerai Kita Runtuh ? Sudah jelas bahwa persatuan dan kesatuan bangsa mutlak menjadi syarat utama kokohnya sebuah negara. Dan aku akan merekomendasikan perempuan sebagai sosok utama pemersatu itu.
AKU BANGGA MENJADI PEREMPUAN INDONESIAPada akhirnya, aku sebagai perempuan Indonesia dan perempuan-perempuan Indonesia lainnya akan bersama-sama menyumbangkan tenaga dan pikiran ini untuk kepentingan negeri tercinta. Memperjuangkan hak-hak perempuan Indonesia yang masih tertindas agar dapat bergabung untuk berperan aktif dalam membangun negara. Apapun profesi dan bidang yang digeluti, perempuan Indonesia tetap memiliki potensi dan akses yang berdaya untuk turut serta membangun negeri ini. Negeri yang sejatinya elok dan punya kebersahajaan yang tak dimiliki negara lainnya.
Aku bangga menjadi perempuan Indonesia. Aku bangga menjadi bagian dari negeri ini. Aku bangga lahir dan dibesarkan di Indonesia. Merdeka !!!